Rakornas 2 BAN-PDM, Kuatkan Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas

04 Desember 2025
Redaksi

JAKARTA - Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2 di Jakarta, Kamis-Sabtu (4-6/12/2025). Kegiatan bertema “Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas” ini dihadiri oleh BAN-PDM Provinsi seluruh Indonesia.

Dalam sesi pembukaan, Ketua BAN-PDM Totok Suprayitno mengajak peserta untuk berefleksi mengenai pentingnya memastikan hadirnya pendidikan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Hal ini tidak lepas dari kondisi pendidikan yang masih mengalami "penyakit kronis".

“Anak-anak kita minta sekolah bertahun-tahun, tetapi sesungguhnya tidak belajar, schooling without learning, muncullah kemudian berbagai kritik kepada pemerintah, kementerian, tentang darurat matematika, tentang krisis pembelajaran. Meskipun itu kita diam seolah-olah itu kita sudah sembuh. Sesungguhnya penyakit kronis itu masih terjadi,” ungkapnya di hadapan peserta Rakornas yang juga dihadiri Kepala BSKAP Toni Toharudin, Kamis (4/12/2025)

Totok melanjutkan, hal tersebut perlu disadari bahwa penyakit kronis tersebut harus disembuhkan dengan berbagai upaya, salah satunya ialah melalui asesmen berkualitas. “Pak Toni (Kepala BSKAP) mengingatkan kembali bahwa asesmen yang baik itu menjadi salah satu alat penting untuk menentukan arah pendidikan yang ditujukan, untuk mendefinisikan arah tujuan atau arah yang perlu dituju oleh sekolah,” ujarnya.

Maka dari itu, kata Totok, akreditasi ataupun asesmen adalah cermin yang mengharuskan adanya tindak lanjut perbaikan secara terus-menerus. “Setiap saat kita becermin tidak membuat wajah kita semakin ganteng, yang membuat sehat ketika kita melaksanakan upaya-upaya penyehatan diri. Yang membuat kita lebih ganteng, lebih cantik setelah bercermin adalah memperbaiki diri. Oleh karena itu, setiap mengakreditasi, kalau tidak ada tindak lanjut perbaikan terus-menerus secara sabar, secara persisten, maka tidak akan terjadi perubahan,” katanya.

Totok juga menegaskan bahwa tugas akreditasi tidak hanya memberikan stempel atau sertifikat akreditasi. “Kita melanjutkan apa yang harus diperbaiki oleh sekolah masing-masing. Memotivasi (dan) menginspirasi sekolah untuk mengatasi persoalannya. Mengidentifikasi persoalannya dan mencari solusi sesuai dengan konteks dan resources masing-masing,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Rakornas 2 BAN-PDM 2025, Tari Sandjojo, mengajak peserta untuk menguatkan kolaborasi. Ia juga menjelaskan makna tema rakornas kali ini, “Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas”.

“Refleksi harus membawa kita semua pada kesadaran bahwa kita tidak bisa meningkatkan mutu pendidikan sendirian. Refleksi harus membawa kita pada kolaborasi. Setelah refleksi, kita harus berpikir apa ya selanjutnya? siapa pihak-pihak yang bisa kita ajak kerja sama? Bagaimana bentuk kerjasamanya?” ungkapnya.

Tari juga menekankan bahwa ⁠agenda rakornas ini akan difokuskan pada kolaborasi yang akan menjadi agenda utama rakorda di setiap provinsi. Sebab itu, dia berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi pembinaan yang konkret dan perencanaan rakorda agar rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan pemangku lainnya. (as)