Berita
10 Maret 2026
Pelaksanaan Akreditasi Tahun 2026 Mulai April Mendatang
BAN-PDM, JAKARTA – Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) memastikan pelaksanaan visitasi akreditasi tahun 2026 akan dimulai lebih awal, yakni pada bulan April 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh tahapan akreditasi dapat tuntas dalam satu tahun anggaran yang sama.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAN-PDM Totok Suprayitno dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) BAN-PDM yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan BAN-PDM Provinsi dari seluruh Indonesia.
“Jika tahun lalu implementasi akreditasi sempat mundur hingga bulan Juli atau Agustus, maka tahun ini kita percepat mulai bulan April. Harapannya, kita bisa melakukan proses tindak lanjut dalam kurun waktu yang sama sehingga tujuh langkah proses akreditasi bisa dijalankan dalam satu tahun anggaran,” ujar Totok.
Totok menjelaskan, percepatan ini didukung oleh perencanaan yang lebih detail mengenai sasaran sekolah yang akan divisitasi. Menurut dia, perencanaan yang matang sejak awal tahun akan sangat membantu dalam efisiensi anggaran dan meminimumkan sisa anggaran pada akhir tahun.
Selain aspek teknis, Totok juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penilaian mutu sekolah. Ia meminta para asesor untuk tidak hanya melihat dokumen fisik atau apa yang tampak di permukaan saja.
“Kita harus memotret sekolah dari sudut pandang yang benar tentang mutu. Menggali apa yang tidak tampak, namun menjadi ciri yang membedakan antara sekolah yang kurang, baik, dan sangat baik. Akreditasi harus memberikan umpan balik (feedback) yang bermakna bagi sekolah untuk perbaikan terus-menerus,” katanya menegaskan.
Berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, BAN-PDM mencatat adanya progres yang menggembirakan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Para asesor di berbagai daerah dinilai mulai memahami pola penilaian baru yang lebih substantif.
Melalui Rakorpim ini, BAN-PDM berkoordinasi dengan seluruh pimpinan di tingkat provinsi untuk memastikan eksekusi lapangan berjalan sinkron dengan perencanaan pusat. Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menjadikan proses akreditasi tahun 2026 lebih akuntabel dan berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (sol)
10 Maret 2026
BAN-PDM, JAKARTA – Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) memastikan pelaksanaan visitasi akreditasi tahun 2026 akan dimulai lebih awal, yakni pada bulan April 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh tahapan akreditasi dapat tuntas dalam satu tahun anggaran yang sama.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAN-PDM Totok Suprayitno dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) BAN-PDM yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan BAN-PDM Provinsi dari seluruh Indonesia.
“Jika tahun lalu implementasi akreditasi sempat mundur hingga bulan Juli atau Agustus, maka tahun ini kita percepat mulai bulan April. Harapannya, kita bisa melakukan proses tindak lanjut dalam kurun waktu yang sama sehingga tujuh langkah proses akreditasi bisa dijalankan dalam satu tahun anggaran,” ujar Totok.
Totok menjelaskan, percepatan ini didukung oleh perencanaan yang lebih detail mengenai sasaran sekolah yang akan divisitasi. Menurut dia, perencanaan yang matang sejak awal tahun akan sangat membantu dalam efisiensi anggaran dan meminimumkan sisa anggaran pada akhir tahun.
Selain aspek teknis, Totok juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penilaian mutu sekolah. Ia meminta para asesor untuk tidak hanya melihat dokumen fisik atau apa yang tampak di permukaan saja.
“Kita harus memotret sekolah dari sudut pandang yang benar tentang mutu. Menggali apa yang tidak tampak, namun menjadi ciri yang membedakan antara sekolah yang kurang, baik, dan sangat baik. Akreditasi harus memberikan umpan balik (feedback) yang bermakna bagi sekolah untuk perbaikan terus-menerus,” katanya menegaskan.
Berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, BAN-PDM mencatat adanya progres yang menggembirakan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Para asesor di berbagai daerah dinilai mulai memahami pola penilaian baru yang lebih substantif.
Melalui Rakorpim ini, BAN-PDM berkoordinasi dengan seluruh pimpinan di tingkat provinsi untuk memastikan eksekusi lapangan berjalan sinkron dengan perencanaan pusat. Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menjadikan proses akreditasi tahun 2026 lebih akuntabel dan berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (sol)